Minggu, 13 Desember 2015

Hari ini hujan tak begitu lebat, tapi mengapa hujan ini kurasakan hingga di kelopak mataku.
Mengapa semakin deras?
Semakin linu rasa nya.
Padahal yang ku tahu dan biasa nya.
Ketika hujan turun
Aku merasakan hal yang begitu menyenangkan
Dan menenangkan
Begini lah? Rasa nya.

Sabtu, 31 Oktober 2015

Semakin ku jawab, semakin menusuk. Semakin ku tersenyum, semakin ingin pula ku menangis. Malam ini memang gelap, dan bercahaya dibantu oleh lampu. Tapi bagi hati ku. Tetap saja gelap. Tak ku lihat ada cahay, karena hatiku buta. Mungkin lumpuh.

Semakin ku terdiam, semakin ingin aku menjerit. Tapi siapa aku? Menjerit pun aku malu. Aku terlalu pintar untuk menahan semua pedih. Aku terlalu pintar. Seperti nya aku bunglon yang berbentuk manusia. Kamuflase isi hatiku begitu sempurna. Ya, semakin ku ingin biasa saja. Semakin perih. Semakin mendalam. Semakin menyayat.

Mengapa aku yang ada dalam gelap malam ini. Karena mungkin memang ada cerita yang lebih baik. Yang harus ku cari. Yang ada di siai lain. Bukan di sisi sekarang ini. Maka dari itu Allah membuat gelap tempat ku saat ini. Agar aku mencari tempat yang lain. Yang lebih bercahaya dan berwarna.

Senin, 19 Oktober 2015

Ya Allah. Dosa ku banyak. Dan hingga detik ini masih saja dosa itu aku ulangi. Aku tahu itu. Tapi setan selalu saja berhasil. Ya Allah. Harus apakah aku. Mengapa aku begitu lemah. Mengapa aku selalu kalah. Aku malu. Tapi dosa itu lalu aku ulangi. Ya Allah. Bagaimana ini. Memang semua jawaban ada dalam diriku. Tapi aku terlalu malu untuk memohon pengampunan-Mu. Dan aku terlalu takut akan siksa di neraka-Mu. Semakin aku berusahaenjadi pribadi yang lebih baik. Setan dan temannya semakin pintar. Ya Allah. Aku takut. Takut sekali.

Minggu, 11 Oktober 2015

It hurts me ketika gue sering ga bersyukur dengan apa yang gue terima. Astaghfirullah :(

Sabtu, 19 September 2015

😢

Dalam sunyi, ku rasakan sediDalam tangis dan rapuh nya hati dan jiwa ini. Aku berdoa. Jadikan aku manusia yang lebih baik lagi.

Senin, 14 September 2015

uuuh!

Ada yang membuat sedih, dan kadang aku ingin menghilang. Tapi menghilang pun seperti nya akan menjadi masalah. Sulit untuk mengeluh. Walaupun aku tahu sekarang aku sedang mengeluh. Jadi? Ayamku? #iklanmiesedap #kamanaatuh

Minggu, 13 September 2015

Euleuh.

Ketika kamu, mengetahui rahasia seseorang, dengan cara dia lupa log out chat dia dengan seseorang. Dan itu sangat pribadi. Dan si pemilik rahasia ini gak tau kalo kamu tau rahasia dia. Menurutku ini beban hidup. Udah mah berat sama berat badan. Ditambah ada hal ini. Antara bingung harus menegur atau membiarkan. Sebel.

Lalu, kamu jail. Kamu pura2 menanyakan hal yang sebenernya kamu udah tau jawabannya pada dia. Kamu kaget, karena respon dan jawaban berbeda jauh dari apa yang kamu ketahui faktanya. Ya udah, aku berdoa untuk kebaikan dia. Dan semoga menjadi pribadi yang lebih baik.

Kamis, 10 September 2015

ku sedih geng

It's been a loooooong time. Without you my blog.

Malam ini ada kesedihan yang amat sangat teramat dalam pisan pokok nya sedih.
Sedih, bersedih nya orang bangun tidur langsung sedih.
Bukan tentang cinta, bukan galau ala-ala anak remaja, bukan galau ala-ala orang tua.
Padahal aku juga ga tau galau ala-ala itu yang kaya gimenong.
Pokok nya ku sedih syekali qaqa.

Kalo ibarat lirik "apa salahku?" Kalo ibarat judul "ada apa dengan mu" kalo ibarat pribahasa "buah jauh tak kan jauh dari pohonnya" hehehe yang ini mah ga nyambung.

Terkadang, jangan berharap ya kebaikan di balas kebaikan. Jangan pamrih lah ceuk bahasa kita mah. (Kita? Lo aja kali gue engga). #naon
Ya gitu, gak masuk akal akan hal yang manusia yang ku sebut dia ini memperbincangkan sesuatu yang aku anggap itu kejahatan. Engga jahat banget sih, tapi cukup menyayat hati.
Kok tega ya? Kok bisa ya? Kok gitu ya? Kok kok kok kok banyak kok yang keluar dari otak.
Padahal, padahal padahal padahal. Hhhhhhhhfffttttt.
Tegaaaaaaaaa pisan lah. Uuuh!

Tapi, aku ga akan bertindak ceroboh. Aku bakal anggap engga tau. Aku bakal biasa. Seperti biasa. Aku ga mau pake emosi. Kalo nanti memang ada waktu yang pas. Aku bakal bertindak. Aku ga akan diem.

Astaghfirullah..



Kamis, 09 Juli 2015

hijabku

Hai, aku ingin share ini. Ceritaku ketika aku menggunakan kerudung. Semoga bermanfaat ya. Yang baik nya di ambil, yang ga baiknya semoga menjadi contoh yang ga perlu kalian tiru. karena belajar dari kesalahan orang lain menurutku itu sangat menguntungkan. karena kita ga usah merasakan kesalahan itu.

Pertama kali aku mengingat kehidupanku ketika aku berumur 4 tahun. memori itu sangat jelas. ketika rumahku masih di riung bandung. aku sedang berjalan sebari menatap ke pohon jambu batu, mengingat bahwa umurku 4 tahun. bayangan itu sangat jelas hingga hari ini. di situ aku menyadari pertama kali aku hidup. aku memiliki teman pertamaku, nama nya Handri. Rumah nya tepat di depan rumahku. Lalu temanku yang kedua adalah Noni, yang ketiga Atep, yang ke empat isal, yang kelima Sonya, dan kemudian banyak. Mereka adalah teman kecilku. Karena ketika sudah besar, aku merasa kita saling jauh. huft. Karena kesibukan masing2 dan aku pindah rumah.

Dari kecil aku tidak berkerudung, main saja aku pakai rok mini (kadang). Iya, waktu itu umurku kelas 1 SD. Bahkan, ketika Agustusan, aku suka ikut menari di atas panggung pakai rok mini dan membawa pom-pom girl. Yang terbuat dari rapia yang di belah-belah pakai garpu. Yaps, kali itu aku bersama Noni. Namun, ketika aku pindah sekolah ke SDIT LH. Semua berubah, aku lebih mengerti tentang hijab. karena teman-temanku bapak nya ustad semua. Kalo aku lagi cerita tentang agustusan, temen-temenku suka bilang kalo itu tuh ga boleh dan ga baik. Aku ga pake kaos kaki aja, temen-temenku mengingatkan aku untuk menutup aurat di kaki. Bahkan, untuk ke sekolah pun aku di ingatkan oleh teman-temanku untuk memakai celana panjang di balik seragam kami yang seperti gamis. Itu mereka, yang mengingatkan aku dari kelas 2SD.

Hingga aku kelas 3 SD aku masih saja tidak menuruti dengan baik. aku masih tidak berkerudung dan sering ikutan nari ketika agustusan tiba. Hingga aku sudah menginjak kelas 4 SD. Ibuku tidak mengizinkan aku untuk berpartisipasi di agustusan. aku tidak boleh ikutan nari lagi. dan rambutku di potong pendek banget kaya cowo. Aku yang malu karena rambutku di potong pendek akhirnya aku menutupi dengan kerudung. Dari situ ada kenyamanan dan kesejukan yang aku terima. Temen-temenku yang dirumah pun merespon baik. Yang tadinya cuman ke sekolah doang pake kerudung, eh main di rumah pun pakai. Respon saudara-saudaraku pun bagus. Aku mulai nyaman dan lebih merasa tenang. hingga akhirnya walaupun rambutku kembali panjang,  aku menggunakan kerudung. Karena aku merasa sudah sering pakai kerudung, masa aku buka lagi. Akhirnya pada saat itu ada komitmen dalam diri bahwa ini jalanku. Aku harus menjaga kerudung ini agar tidak lepas. Yaps, mungkin itu adalah doa dari ibuku yang Allah kabulkan. Entah alasan apa, aku mulai menyukai kerudungku.

Ditambah, sekolahku adalah sekolah yang berbasiskan islam. Di situ aku banyak belajar mengenai agamaku. Aku mulai mengenal islam. Hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Walaupun materinya masih materi yang ringan, tapi buatku itu sangat menyerap. Dari situ aku sering bertanya pada mamahku tentang yang aku pelajari di sekolah. Mamahku sering membenarkan dan memperjelas apa yang aku tanyakan.

Hingga akhirnya, aku benar-benar memahami, bahwa lingkungan mempengaruhi pola pikir dan gaya hidup setiap individual. Aku merasa beruntung untuk mengalami proses perjalananku ketika aku SD. Walaupun aku masih suka nakal dan ngejago di kelas (Karena waktu itu aku paling tinggi di kelas). Tapi untuk masa SD adalah awal proses dari sebuah hijabku.

SMP

Aku bersekolah di SMP PGII 1 Bandung. Sekolah yang tidak aku idam-idamkan ketika aku SD. Karena aku ingin banget masuk SMP negri. Bahkan, aku ingin pesantren. Tapi mamahku tidak mengizinkan aku untuk pesantren. Mau tau ga alasannya? entah serius atau bercanda tapi saat itu mamah bilang "Takut dinikahin sama ustad" hahahahaha pada saat itu memang di infotaimen ada kasus yang murid pesantrennya dinikahin sama ustad. harus nya sih gapapa ya, kan ustad bagus. ngerti agama. Tapi aku saat itu merespon dengan bilang "Ih iya ah gamau, nanti Dilla nikah sama ustad. hiiii" hahaha mamah tau banget kalo aku ga suka sama om-om yang janggot nya banyak. sampai ke pipi-pipi. Aku takut banget sama bapak-bapak yang kaya gitu. soal nya, temen-temen SD ku walaupun bapak nya ustad tapi ga brewokan. Hahaha, mungkin mamah gamau aku nikah pas SMP.

Akhirnya aku menjalani hidupku di SMP. Dan tau ga? SMP PGII 1 adalah sekolah yang paling the best yang gabisa aku lupain kisah aku sama temen2 dan guru2 aku disana. Bener-bener ngangenin dan Unforgettable banget. Apalagi bisa kenal sama Pak Edwar, Pak Muhaimin (Pak Muhe), Bu Istiqomah (Emih). Di sini, rohani aku bener2 di godog. Pas SMP aku bener2 rohaninya dibuat nangis mulu. Pertama kali aku minta maaf sama mamah dan bapaku aja pas SMP. Aku bener2 bersyukur bisa sekolah di PGII. Di PGII 1 ini yang aku rasakan bahwa anak2 nya dicetak untuk kreatif. Karena aku ngerasa banyak kegiatan kreatifitasnya. Otak kanan sangat berjalan.

Di sini aku punya sahabat yang ga pernah bisa aku lupain. Nama nya, Niken (Emod), Dien (Iyot), Disya (Ados), Xena (Xentoy), Eka (Kadut), Maulin (Maucul), Fina (Pinoy), Wulan (Sadut), Rena (Bonol). Buat aku mereka temen terbaikku. sepanjang masa. Banyak banget kisah yang gabisa dilupain. Gapernah kepikiran bisa temenan sama mereka. Padahal, awal kenal tuh kita saling jutek. Saling ga suka. Tapi ya gitu. I LOVE THEM. Cuman sama mereka aku bisa ketawa lepas, ketawa ga jaim. Ketawa semurni-murni nya ketawa.

Tampilanku ya gitu, masih pakai kerudung, cmn aku mengenal celana pensil yang lagi hits pada masa itu. tomboi tapi syariah. ya gajelas gitu. kebawa temen-temen.

Hingga SMA usai tampilan ku masih bragajul. Ceritanya pengen gaul. ya gitu, sepatu vans, kemeja, celana pinsil, tas ransel, kerudung ala tukang lotek. Pas SMA tomboy ku menjadi-jadi, aku suka naik motor, apalagi yang kupling. suka bawa Tiger, Supra dan Vixion. Ada kepuasan tersendiri ketika aku bisa mengendarai itu. dan aku pun belajar bisa naik motor itu dari temen2ku. Sempet aku belajar jemping pake motornya Razaqa. Tapi gajadi, soalnya cmn bisa setengah doang jemping nya. dan aku keburu males.
Di SMA aku suka banget naik kuda, di daerah taman lansia. bayarnya 20.000. Masa SMA tuh udah paling bandel dan tomboy. Hingga akhirnya aku lulus SMA.

Banyak cambukan yang aku terima. Dari ga keterima di PTN yang di inginkan. Ga lolos kuliah sana-sini. dan aku akhirnya ga kuliah setahun. Bukan karena bodoh, tapi salah strategi.
Dan keajaiban pun muncul ketika aku setahun ga kuliah. Aku lebih menata hidup dan ikut organisasi yang positif. Terus, aku diajakin ikut pengajian. yang biasa disebut Liqo. Pertama kali aku gabung, aku ga pake rok. alias baju yang biasa aku pake sehari-hari. Sedangkan yang lain pakai rok. Pada saat itu aku tahu dan sering di nasehatin mamah kalo aku jangan pake celana pensil atau baju yang ngetat-ngetat. kata mamah, sama aja ga pake baju alias telanjang. Tapi aku udah nyaman sama penampilan aku. Saat itu pola pikir aku gini, "Yang penting hatinya bener, nutupin aurat pake krudung. mau kaya gimana style nya ya bebas. Lagian banyak juga yang pake rok tapi muka dua. di luar sama di dalem nya beda". aku sering banget mikir kaya gitu. Karena aku sering ngeliat cewe2 yang pakai rok tapi kalo udah ngegosip. malesin. Kebetulan aku tipe orang yang ga suka ngomongin orang alias gamau ngurusin kesalahan orang lain. Prinsip aku saat itu, selama orang itu ga ngerugiin hidup aku ya masa bodo. toh, semua di tanggung masing2.

Hingga akhirnya aku dipertemukan dengan liqo yang isi nya kebanyakan dari temen2 SD ku. mereka ngajak aku liqo. ya aku hayu-hayu aja. Dari situ aku banyak mendengar banyak kisah. dan sering nanya itu ini. rasanya seperti dulu lagi. bawaannya tenang dan nyaman. Walaupun pada saat aku liqo, aku kadang masih suka pakai Celana pinsil. Ya gitu, kadang rok kadang celana.

Hingga suatu hari, itu adalah Hari Sabtu. Dimana, selalu ada pengajian rutin di mesjid. Hal yang masih terngiang-ngiang di telinga adalah "Ada 3 amalan yang pahalanya dibawa sampai mati. "Sedekah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, DOA ANAK SHOLEH"

Terus terang, cuman 2 hal yang bisa bikin aku nangis, Nilai sekolah dan Orang Tua. Aku cmn bisa nangis gegara dua hal itu. Kalo udah dapet nilai jelek aku suka nangis. Kalo udah inget Orang Tua aku suka nangis.

Terus aku berusaha untuk berubah, Alhamdulillah bulan puasa ini membawa berkah, selama bulan puasa aku pakai rok terus. Dan sekarang aku tahu bahwa sebenernya memakai hijab yang benar bukan karena apa-apa, tapi karena ketaatan kita akan hal yang sudah diperintahkan. Jadi, aku pakai hijab yang benar karena aku berusaha taat. itu jawaban yang aku simpan sampai saat ini.

So? Aku bukan orang yang sempurna dan bukan manusia yang selalu salah. Apapun yang aku tulis di sini maaf ya kalo ada yang ga sependapat. Cuman ingin share aja. barangkali ada yang termotivasi. Tapi gatau juga ya.


Minggu, 24 Mei 2015

MEMAHAMI ISO:
Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya.
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita (ASA dalam kasus fotografi film), coba bayangkan mengenai sebuah komunitas lebah.
  • Sebuah ISO adalah sebuah lebah pekerja. Jika kamera saya set di ISO 100, artinya saya memiliki 100 lebah pekerja.
  • Dan jika kamera saya set di ISO 200 artinya saya memiliki 200 lebah pekerja.
Tugas setiap lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan membuat gambar. Jika kita menggunakan lensa identik dan aperture sama-sama kita set di f/3.5 namun saya set ISO di 200 sementara anda 100 (bayangkan lagi tentang lebah pekerja), maka gambar punya siapakah yang akan lebih cepat selesai?

pengertian-ISO-fotografi
MEMAHAMI SHUTTER SPEED
Secara definisi, shutter speed adalah rentang waktu saat shutter di kamera anda terbuka. Secara lebih mudah, shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto. Gampangnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.
Supaya mudah, kita terjemahkan konsep ini dalam beberapa penggunaannya di kamera:
  • Setting shutter speed sebesar 500 dalam kamera anda berarti rentang waktu sebanyak 1/500 (seperlimaratus) detik. Ya, sesingkat dan sekilat itu. Sementara untuk waktu eksposur sebanyak 30 detik, anda akan melihat tulisan seperti ini: 30’’
  • Setting shutter speed di kamera anda biasanya dalam kelipatan 2, jadi kita akan melihat deretan seperti ini: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Kini hampir semua kamera juga mengijinkan setting 1/3 stop, jadi kurang lebih pergerakan shutter speed yang lebih rapat; 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 … dst.
  • Untuk menghasilkan foto yang tajam, gunakan shutter speed yang aman. Aturan aman dalam kebanyakan kondisi adalah setting shutter speed 1/60 atau lebih cepat, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam dan aman dari hasil foto yang berbayang (blur/ tidak fokus). Kita bisa mengakali batas aman ini dengan tripod atau menggunakan fitur Image Stabilization (dibahas dalam posting mendatang)
  • Batas shutter speed yang aman lainnya adalah: shutter speed kita harus lebih besar dari panjang lensa kita. Jadi kalau kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det.
  • Shutter speed untuk membekukan gerakan. Gunakan shutter speed setinggi mungkin yang bisa dicapai untuk membekukan gerakan. Semakin cepat obyek bergerak yang ingin kita bekukan dalam foto, akan semakin cepat shutter speed yang dibutuhkan. Untuk membekukan gerakan burung yang terbang misalnya, gunakan mode Shutter Priority dan set shutter speed di angka 1/1000 detik (idealnya ISO diset ke opsi auto) supaya hasilnya tajam. Kalau anda perhatikan, fotografer olahraga sangat mengidolakan mode S/Tv ini.
  • Blur yang disengaja – shutter speed untuk menunjukkan efek gerakan. Ketika memotret benda bergerak, kita bisa secara sengaja melambatkan shutter speed kita untuk menunjukkan efek pergerakan. Pastikan anda mengikutkan minimal satu obyek diam sebagai jangkar foto tersebut. Coba perhatikan foto dibawah:
MEMAHAMI APERTURE
Setiap kali berbicara tentang fotografi dan kamera, kata-kata aperture serta depth of field akan sering sekali keluar. Nah dalam artikel ini belfot akan mencoba membantu anda memahami aperture dan depth of field sehingga cukup jelas bagi pemula.

Memahami Aperture

Definisi aperture adalah ukuran seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat kita mengambil foto.
Saat kita memencet tombol shutter, lubang di depan sensor kamera kita akan membuka, nah setting aperture-lah yang menentukan seberapa besar lubang ini terbuka. Semakin besar lubang terbuka, makin banyak jumlah cahaya yang akan masuk terbaca oleh sensor.
Aperture atau bukaan dinyatakan dalam satuan f-stop. Sering kita membaca istilah bukaan/aperture 5.6, dalam bahasa fotografi yang lebih resmi bisa dinyatakan sebagai f/5.6. Seperti diungkap diatas, fungsi utama aperture adalah sebagai pengendali seberapa besar lubang didepan sensor terbuka. Semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang ini terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk) serta sebaliknya, semakin besar angka f-stop semakin kecil lubang terbuka.
apertureJadi dalam kenyataannya, setting aperture f/2.8 berarti bukaan yang jauh lebih besar dibandingkaan setting f/22 misalnya (anda akan sering menemukan istilahfully open jika mendengar obrolan fotografer). Jadi bukaan lebar berarti makin kecil angka f-nya dan bukaan sempit berarti makin besar angka f-nya.
MEMAHAMI FOCAL LENGTH
Jarak fokus atau jarak pumpun (bahasa Inggrisfocal length) adalah ukuran jarakantara elemen lensa dengan permukaan film (atau sensor digital) pada kamera.
Lensa dengan panjang fokal besar akan memberikan sudut pandang yang sempit sehingga sebuah objek pada jarak jauh akan nampak menjadi lebih besar di dalam foto. Sebaliknya lensa dengan panjang fokus kecil memberikan sudut pandang tangkap lebih luas dan menyebabkan objek mendapat porsi lebih kecil di dalam foto. Panjang fokal yang bisa berubah-ubah sering diistilahkan dengan zoom (perbesaran).

#Photography


There are two pictures that use rule the center.
* * *




There are two pictures that use rule of third
I love this position
I think, this rule make an object more interesting.

Model:
Masyitha Nadira Bunga
Widiasari

#Photography

Senin, 11 Mei 2015

Aku takut untuk dewasa. takut menjadi mereka yang berfikir sangat idealis. menjadi mereka yang berpetak saat bertindak. bukannya aku orang yang "sembarangan" dalam bertindak. tidak. aku selalu memikirkan hal buruk/baik jika aku melakukan sesuatu. tetapi aku takut, aku tidak bisa bermanja, tidak bisa mengeluh seperti anak kecil. tidak bisa mengerenyit. aku takut aku benar-benar dalam fase yang serius. aku takut. takut melewati kehidupanku dengan sangat serius. aku tahu akupun perlu bertindak serius. tapi tidak untuk beberapa hal yang aku anggap aku tidak ingin berfikir seperti mereka yang sudah mengaku dewasa. Yaa Rabb, aku jauhi larangan-Mu, akupun terus dan selalu berusaha melakukan apa yang Kau perintahkan. Tapi, apakah menjadi dewasa pun adalah hal yang wajib? Karena buatku, dewasa bukan terlihat dari tutur kata dan kalimat dari seseorang yang mengucapkannya. tapi dari cara menyimpulkan masalah dan mengambil jalan keluar dari permasalahan. Astaghfirullah...

Rabu, 29 April 2015

Panning


starting from the "Iseng time" to try get the Panning trick.
Just for fun
#Photography

Minggu, 26 April 2015

Asian Africa Conference


I took the photos yesterday
The photos were describing about Carnaval from their country.
I loved this season, cause there was so many inspiring.
Creativity and colorfull ofc!



I added two pictures
it was talking about Asian Africa Conference
The first picture said about rule of third
and the second about center.

#Photography


Senin, 20 April 2015

Tugas 2



Fashion is about what you see.
no matter what they say.
just be your self.
#Photography

Senin, 30 Maret 2015

Friends

Ini kami, yang sangat suka mengabadikan foto bersama dengan wajah ceria kami. senyuman indah yang kami punya. keceriaan dan kebahagiaan adalah nada yang selalu kami pakai. ya, kami suka berfoto bersama. karena dengan begitu, kami bisa melepas rindu ketika susah untuk bertemu.
#Photography