Semakin ku jawab, semakin menusuk. Semakin ku tersenyum, semakin ingin pula ku menangis. Malam ini memang gelap, dan bercahaya dibantu oleh lampu. Tapi bagi hati ku. Tetap saja gelap. Tak ku lihat ada cahay, karena hatiku buta. Mungkin lumpuh.
Semakin ku terdiam, semakin ingin aku menjerit. Tapi siapa aku? Menjerit pun aku malu. Aku terlalu pintar untuk menahan semua pedih. Aku terlalu pintar. Seperti nya aku bunglon yang berbentuk manusia. Kamuflase isi hatiku begitu sempurna. Ya, semakin ku ingin biasa saja. Semakin perih. Semakin mendalam. Semakin menyayat.
Mengapa aku yang ada dalam gelap malam ini. Karena mungkin memang ada cerita yang lebih baik. Yang harus ku cari. Yang ada di siai lain. Bukan di sisi sekarang ini. Maka dari itu Allah membuat gelap tempat ku saat ini. Agar aku mencari tempat yang lain. Yang lebih bercahaya dan berwarna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar