Semakin ku jawab, semakin menusuk. Semakin ku tersenyum, semakin ingin pula ku menangis. Malam ini memang gelap, dan bercahaya dibantu oleh lampu. Tapi bagi hati ku. Tetap saja gelap. Tak ku lihat ada cahay, karena hatiku buta. Mungkin lumpuh.
Semakin ku terdiam, semakin ingin aku menjerit. Tapi siapa aku? Menjerit pun aku malu. Aku terlalu pintar untuk menahan semua pedih. Aku terlalu pintar. Seperti nya aku bunglon yang berbentuk manusia. Kamuflase isi hatiku begitu sempurna. Ya, semakin ku ingin biasa saja. Semakin perih. Semakin mendalam. Semakin menyayat.
Mengapa aku yang ada dalam gelap malam ini. Karena mungkin memang ada cerita yang lebih baik. Yang harus ku cari. Yang ada di siai lain. Bukan di sisi sekarang ini. Maka dari itu Allah membuat gelap tempat ku saat ini. Agar aku mencari tempat yang lain. Yang lebih bercahaya dan berwarna.
Sabtu, 31 Oktober 2015
Senin, 19 Oktober 2015
Ya Allah. Dosa ku banyak. Dan hingga detik ini masih saja dosa itu aku ulangi. Aku tahu itu. Tapi setan selalu saja berhasil. Ya Allah. Harus apakah aku. Mengapa aku begitu lemah. Mengapa aku selalu kalah. Aku malu. Tapi dosa itu lalu aku ulangi. Ya Allah. Bagaimana ini. Memang semua jawaban ada dalam diriku. Tapi aku terlalu malu untuk memohon pengampunan-Mu. Dan aku terlalu takut akan siksa di neraka-Mu. Semakin aku berusahaenjadi pribadi yang lebih baik. Setan dan temannya semakin pintar. Ya Allah. Aku takut. Takut sekali.
Langganan:
Komentar (Atom)